Rabu, 24 Juli 2013

CARA MEMELIHARA IKAN LOHAN DENGAN GAMPANG

Bagaimana Cara Memelihara Ikan Lohan dengan gampang

Bookmark and Share
Gimana cara mudah diri kalian agar mencabut stress? Apa kalian puas berleha-leha dI rumah? Memiliki hewan yang dipelihara bisa menolong membuang kepenatan kalian. Memang Ada cukup jumlah keseluruhan binatang dimana dapat kau ambil dimulai oleh anjing hingga ikan mas. Ikan teri emang sebuah opsi yang mana membuat penasaran oleh karena diri kamu mampu menempatkan bermacam-macam ikan emas di salah satu akuarium juga mampu menikmati view ikan-ikan aneka warna berenang-renang kian kesana kemari di hadapan anda.
Banyak sobat muda di luar sana berubah menjadi tension sebab ikan yang mereka punyai meninggal satu demi satu. Mau bagaimana juga? Tidak Sedikit sobat muda tidak ketaui cara jitu memelihara ikan lohan yang mana tepat. Jika Sanya kamu salah satu oleh sekian banyak teman-teman yang mana pengen memelihara ikan arwana di rumah namun tak mengetahui bagaimana caranya, kalian bisa belajar satu demi satu di sini.
Memang Ada 3 step primal yang harus engkau cermati pada saat kau memilih ikan sebagai hewan yang dipiara diri anda. Ketiga yang primer ini yaitu parametric quantity air, setting pengisian ikan, penseleksian ikan.
Step pertama pada cara jitu memelihara ikan yang dimana pas sekali adalah memastikan parameter air. kalian mesti ingin mencermati siklus nitrogen dalam air. Temukan mengerti bagaimanakah amonia mampu diubah menjadi nitrat hingga akuarium anda mampu jadi lokasi yang mana nyaman untuk para ikan. ketidakhatihatian diri anda bisa menjadi fatal bagi ikan-ikan piaraan diri anda. Keteledoran diri anda mampu melukai diri mereka.
Langkah kedua merupakan mencermati setting masuknya ikan. Setting ini harus disesuaikan bersama keunikan ikan-ikan kalian. Pastikan para ikan di dalam akuarium diri anda seperti yang anda tau adalah ikan-ikan yang dimana bersahabat.
Langkah ketiga yang tidak lain yaitu pembelian ikan yang kira-kira tidak sakit. Ikan yang mana tidak sakit kelihatannya dari sirip-siripnya. Sirip yang lurus memberi tanda ikan tersebut sehat. Kelincahan gerak ikan pun menunjukkan keadaan bugar ikan-ikan diri kamu.
Cara Jitu memelihara ikan yang mana paling akhir tidak lain merupakan menjaga ikan-ikan diri kamu oleh parasit. Jaga selalu kualitas air untuk menperhatikannya dari virus. Kuras akuarium secara regular, dan ganti kapas filter secara teratur. Disamping  tersebut, kalian pun dapat membeli medicines yang kira-kira mampu digunakan guna menyehatkan ikan diri anda dengan cara ukuran yang mana tepat sekali.

BUDIDAYA IKAN LOUHAN

Teknik Budidaya Ikan Louhan


Ikan Louhan merupakan salah satu jenis ikan hias yang pertama kali muncul di Negara Malaysia pada tahun 1997. Istilah ikan louhan itu sendiri berasal dari kata ‘hua louhan’ yang berarti ‘dewi pelindung’. Bagi masyarakat tertentu ikan louhan ini dipercaya sebagai pelindung bagi siapa saja yang memeliharanya. Kecantikan warna sisik dan keunikan bentuk dahinya membuat banyak orang yang menyukai ikan hias yang satu ini. Satu hal yang paling unik dan fenomenal dari ikan louhan ini adalah sisiknya yang terkadang terdapat motif berupa huruf latin/mandarin/ angka yang unik. Tak heran motif-motif unik ini dijadikan dasar kepercayaan bahwa ikan louhan ini tak lain adalah ikan pembawa ‘hoki’ bagi si pemiliknya.

Step-step Pemijahan Ikan Louhan

Step pertama yang perlu Andalakukan ketika Andaakan melakukan budidaya ikan louhan adalah pemijahan ikan louhan. Andabisa menggunakan air sumur atau air PAM. Jika Andamenggunakan air sumur, sebaiknya endapkan terlebih dahulu selama 24 jam, sedanngkan jika Andamenggunakan air PAM, senbaiknya Andanetralkan terlebih dahulu air PAM tersebut seperti kadar PH dan kadar klorinnya. Kemudian untuk media pemijahan, Andabisa menggunakan akuarium atau pun kolam khusus yang sudah disterilisasikan. Adapun peralatan yang perlu Andapersiapkan untuk proses pemijahan antara lain: bak penampungan air, aerator, filter, alat penampung air, lampu UV, dan ornamen seperti bebatuan alami.

Pengamatan Selama Masa Pemijahan

Andabisa menebarkan seekor benih ikan louhan betina yang berukuran kurang lebih 10 cm dan seekor benih ikan louhan jantan yang berukuran lebih besar. Sebelum Andalakukan pemijahan, letakan sekat yang memisahkan kedua benih ikan louhan tersebut agar keduanya terbiasa dan saling mengenal. Jika benih ikan louhan betina sudah menunjukan tanda-tAndaakan bertelur, lepaskan sekat pemisah akuarium/ kolam. Amati tingkah laku kedua benih ikan louhan tersebut selama beberapa hari. Tetap biarkan keduanya bersama-sama jika keduanya menjaga telur-telur sang indukan. Sebaliknya jika keduanya berkelahi sebaiknya segera pisahkan dan gantikan pasangan indukan agar proses pemijahan tetap berlangsung.

Media Pemeliharaan Ikan Louhan

Ikan louhan termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara. Andatidak perlu menggunakan teknik-teknik pemeliharaan khusus untuk memelihara ikan louhan kesukaan anda. Untuk media pemeliharan ikan louhan, sebaiknya Andagunakan akuarium dengan panjang 4 kali dari panjang tubuhn ikan louhan anda. Hal ini cukup penting untuk ruang gerak ikan louhan anda. Ikan louhan akan terpicu pertumbuhannya jika ruang geraknya luas. Kemudian sebaiknya Andaletakan akuarium Anda80 cm di atas lantai  agar ikan louhan Andatidak mudah stress.

Suhu dan pH Air Akuarium Ikan Louhan

Akuarium juga sebaiknya Andalengkapi dengan lampu UV untuk memicu pertumbuhan kilat warna pada tubuh ikan louhan. Lampu UV tidak harus dinyalakan sepanjang hari karena jika dinyalakan sepanjang hari ikan louhan akan terangsang untuk terus bergerak tanpa istirahat. Andabisa tambahkan batu-batuan ke dalam akuarium Andaagar mirip dengan habitat asli ikan louhan.  Jangan lupa untuk selalu mengecek kualitas air pada akuarium tempat ikan louhan Andahidup. Perhatikan suhu air dan Ph air agar ikan louhan Andatetap nyaman. Suhu air yang tepat untuk ikan louhan yaitu sekitar 32-35 derajat Celsius sedangkan skala pH yang baik untuk pertumbuhan ikan louhan yaitu bekisar 6,5-7,5.

Pakan Ikan Louhan

Pakan ikan louhan terdapat dua jenis., yaitu pakan buatan dan pakan alami. Pakan alami bisa berupa nyamuk, ulat jerman, cacing, udang, dan kutu air, sedangkan pakan buatan berupa pelet yang mengandung protein tinggi, hormon ata pelet, dan spirulina.

Minggu, 21 Juli 2013

PAKAN IKAN GURAME YANG BAIK

Pemberian dan Jenis Pakan Ikan Gurame Yang Baik

Pemberian dan Jenis Pakan Ikan Gurame Yang Baik 
 
pemakan segalanya (omnivore). Binatang renik seperti moina, infusoria, rotifera, atau daphnia yang hidup sebagai peripiton merupakan pakan larva gurame yang masih kecil. Benih gurami lebih menyukai zooplankton, larva serangga, cacing sutra atau crustaceae,. Sementara itu gurame dewasa cenderung menjadi pemakan tumbuhan air. Kebiasaan makan ikan gurame dan makanannya tersebut dapat berubah berkorelasi dengan ketersediaan makanan atau sesuai dengan keadaan lingkungan hidupnya. Di alam, gurami hidup di rawa, sungai-sungai, dan kolam, termasuk pula di air payau, namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernapas langsung dari udara.
 
Pembudidaya ikan gurami biasanya memberikan pakan buatan (pellet) untuk mencukupi asupan gizi ikan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang rata-rata antara 3-5% dari berat biomassa ikan gurame/hari. Pemberian pakan buatan dianggap lebih praktis dan lebih terukur dibandingkan pakan alami. Sifat biologis dari ikan gurame yang dibudidayakan juga harus diperhatikan oleh pembudidaya dalam pemberian pakan tersebut selain jenis makanan, misalnya kebiasaan kapan ikan aktif mencari makan sehingga pemberian pakan bisa menunjang pertumbuhan ikan secara optimal. Untuk pemberian pakan ikan gurami diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Pendederan I, untuk ketinggian air 30-40 cm, pakan berupa cacing sutra, zooplankton, tepung ikan dan pellet halus
2. Pendederan II,untuk ketinggian air 40-50 cm, pakan berupa remah atau bungkil, tepung ikan
3. Pendederan III, untuk ketinggian air 50-60 cm, pakan berupa pellet kecil atau pellet remah
4. Pendederan IV, untuk ketinggian air 60-80 cm, pakan bisa berupa dedaunan sperti daun ubi, daun talas atau daun kangkung, juga bisa berupa pellet

Cara membuat pakan ikan gurame yang sederhana dan cukup murah:
Bahan yang digunakan
1. bekatul (dedak halus),
2. tepung ikan,
3. tepung gaplek untuk hewan, dan
4. urea.
Buatlah semua bahan tersebut menjadi dua adonan.

PAKAN ALAMI DALAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR

PAKAN ALAMI DALAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR



    Budidaya ikan air tawar sekarang telah menjadi sebuah kegiatan agribisnis yang tak terpisahkan dengan industri pakan ikan. Hingga ikan mas, lele, nila (mujair), bawal air tawar, patin (pangasius), gurami dan terakhir yang sedang trend adalah udang galah; semuanya sangat tergantung pada pakan buatan industri besar. Pakan ikan air tawar tersebut sebenarnya sama dengan pakan untuk unggas, yang di kalangan peternak/petani ikan dikenal dengan nama pelet. Kisaran harga pelet, saat ini antara Rp 2.000,- sd. Rp 3.000,- per kg. Komponen biaya pakan dalam budidaya ikan air tawar mencapai 70% dari seluruh komponen biaya. Hingga petani ikan yang ingin meningkatkan keuntungannya, pertama-tama harus melakukan penghematan pada komponen biaya pakan.
Cara penghematan pakan ikan, selama ini dilakukan oleh petani dengan berbagai cara. Gurami diberi pakan hijauan berupa daun keladi (sénţé). Sampai sekarang, pemilik empang di pedesan Jawa Barat dan Jawa Tengah, masih memanfaatkan tinja sebagai pakan tambahan bagi ikan mas piaraan mereka. Meskipun ikan dari empang demikian dengan WC umum demikian, volumenya sangat kecil hingga tidak pernah sempat masuk pasar. Para peternak lele dan patin, biasa meramu pakan sendiri dari dedak halus, ampas tahu, tepung tapioka, tepung jagung dan daging ayam mati dari peternakan. Bahan tersebut dicampur, diberi air, digiling, ditambah vitamin dan dikukus. Bahan-bahan lain seperti pupa (kepompong) ulat sutera, cacing, siput, bekicot dll. juga mereka manfaatkan untuk bahan pakan tambahan.
Para petani tambak bandeng, selama ini sudah terbiasa memanfaatkan plankton yang mereka sebut "klékap" sebagai bahan pakan alami bagi bandeng mereka. Proses penumbuhan plankton harus dilakukan dengan pengeringan kolam, empang atau tambak. Pengeringan biasanya dilakukan sekalian dengan pengerukan lumpur yang digunakan untuk memperkuat dan marapikan tebing serta pematang. Proses pengeringan ini bisa berlangsung antara 1 minggu sd. 1 bulan, tergantung intensitas sinar matahari. Fungsi pengeringan selain untuk proses penumbuhan plankton, juga agar hama dan bibit penyakit ikan mati. Terutama penyakit akibat bakteri dan virus. Sebab air yang tergenang terlalu lama, potensial untuk menumbuhkan plankton, sekaligus juga virus dan bakteri pengganggu ikan. Para petani tambak biasa menggunakan tembakau dan biji teh untuk membunuh bakteri, virus dan hama lain pengganggu tambak.
Selain pengerukan lumpur, kalau perlu juga dilakukan pencangkulan dan pembajakan dasar kolam. Setelah kolam benar-benar kering dan rapi, ditaburkan pupuk kandang dan urea. Dosisnya seperti kalau menanam padi. Misalnya pupuk kandangnya 5 ton per hektar dengan urea 1 sd. 2 kuintal. Untuk lebih meningkatkan kesuburan air kolam, bisa ditambahkan pula zat perangsang tumbuh (ZPT) seperti Atonik atau Dekamon. Setelah itu tambak digenangi air. Kalau tambak air payau, maka yang digenangkan air tawar (dari sungai) dicampur dengan air laut. Kalau kita akan memelihara ikan air tawar, maka air yang digenangankan hanya air tawar. Selanjutnya kolam atau tambak dibiarkan terkena sinar matahari sampai menjadi hijau. Proses ini bisa berlangsung dari satu minggu sampai satu bulan, tergantung dari intensitas sinar matahari dan tingkat kesuburan air.  
Kolam yang sudah hijau ini telah dipenuhi dengan ganggang (algae) yang oleh masyarakat luas sering disebut salah (salah kaprah) sebagai "lumut" . Ada banyak ragam algae, mulai dari ganggang biru (Cyanophyta), ganggang hijau (Chlorophyta), ganggang cokelat (Dinophyceae), ganggang kuning (Chrysophyceae), ganggang merah (Rhodophyceae) dan ganggang kersik (Diatomeae). Hingga sebenarnya, warna air yang subur, akan sangat tergantung dari jenis algae yang tumbuh di sana. Namun pada umumnya yang paling banyak tumbuh di kolam ikan adalah ganggang hijau. Selain ditumbuhi algae, kolam yang subur juga akan dihuni cacing, jentik nyamuk, larva capung, kumbang air, kepik, kutu air dll. Kumpulan algae dan macam-macam hewan renik (mikro) inilah yang di kalangan peternak ikan disebut sebagai plankton.
Kesuburan kolam demikian, akan tetap terjaga apabila aliran air tidak cukup deras. Apabila aliran air cukup deras, maka algae dan macam-macam hewan renik itu tidak akan mampu tumbuh dengan baik hingga membentuk koloni. Misalnya di kolam air deras. Bahkan pemeliharaan ikan di karamba, baik karamba sungai, danau, waduk maupun laut, juga sulit untuk memanfaatkan pakan alami berupa algae dan hewan renik. Sebab air dalam karamba merupakan satu kesatuan dengan seluruh volume air dalam kali, danau, waduk atau laut. Pemeliharaan ikan dalam karamba di danau Toba yang sangat luas itu pun, telah mengakibatkan ekosistem perairan alam menjadi rusak. Sebab jumlah karamba dan populasi ikan tidak pernah dihitung dengan baik, hingga memenuhi syarat maksimal daya dukung danau tersebut. Akibat banyaknya karamba di danau Toba, kotoran ikan serta pakan yang tidak termakan mengendap di dasar perairan, membusuk dan mencemari air danau.
Rekayasa air untuk memproduksi pakan alami dalam budidaya ikan, hanya bisa dilakukan pada kolam, empang atau tambak yang debit airnya bisa diatur. Debit yang konstan ini akan mengakibatkan pertumbuhan plankton menjadi optimal. Namun juga ada bahayanya apabila debit airnya sangat kecil. Pada siang hari algae, terutama ganggang hijau, akan memproduksi oksegen yang cukup banyak bagi kebutuhan seluruh ikan atau udang dalam tambak tersebut.  Tetapi pada malam hari fotosintesis terhenti. Padahal algae itu pada malam hari juga memerlukan oksigen meskipun dalam volume yang sangat kecil. Akibatnya pada malam hari kolam, empang atau tambak tersebut akan kekurangan oksigen. Lebih-lebih kalau padat penebarannya tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, para petambak dan petani ikan memanfaatkan kuncir air untuk meningkatkan ketersediaan oksigen. Selain dengan kincir air, untuk mengatasi kekurangan oksigen ini bisa dilakukan pula penambahan debit air apabila sumbernya memungkinkan. Apabila tidak mungkin, bisa dilakukan rotasi dengan menggunakan pompa serta filter.
Meskipun kita telah berhasil meningkatkan kesuburan air kolam secara optimal, namun pemeliharaan ikan dengan memanfaatkan pakan alami 100%, juga tidak akan ekonomis. Sama tidak ekonomisnya dengan apabila kita hanya mengandalkan pakan buatan 100%. Sebab apabila yang dipelihara ikan carnivora, seperti lele, gabus, patin dll, maka mereka akan kanibal. Hingga populasi ikan akan meyusut dengan sangat drastis. Contohnya adalah pemeliharaan belut di dalam bak atau drum yang diberi lumpur, batang pisang, pupuk kandang dll. hingga tingkat kesuburannya sangat tinggi. Ke dalam bak tersebut kemudian kita lepaskan 100 ekor anak belut, tanpa kita beri tambahan pakan apa pun. Setelah tiga bulan bak atau drum itu dibongkar, maka yang tersisa hanya sepasang belut jantan dan betina. Belut lain sudah saling makan hingga yang tinggal hanya dua ekor itu saja. Lain halnya kalau ke dalam bak atau drum belut itu tiap tiga hari sekali kita benamkan bangkai ayam, bebek atau telur-telur yang tidak menetas yang telah direbus terlebih dahulu. Dalam jangka waktu hanya dua bulan, 100 ekor anak belut itu sudah akan berubah menjadi belut dengan ukuran satu jari orang dewasa dan gemuk-gemuk.
Ke dalam kolam yang paling subur sekalipun, sebaiknya tetap perlu ditambahkan  pakan alami lain. Bagi ikan-ikan karnivora, perlu diberikan cacing, bekicot, bangkai ayam dll dalam volume yang sesuai dengan populasi ikan yang ditebar. Kalau yang dipelihara ikan-ikan herbivora, misalnya gurami, maka perlu ditambahkan daun-daunan dalam jumlah cukup. Pakan alami ini selain mampu meningkatkan keuntungan karena bisa mengurangi kebutuhan pakan pabrik, sekaligus juga akan meningkatkan kualitas daging ikan. Gurami yang hanya diberi pelet misalnya, kualitas dagingnya akan lembek dan kurang padat. Dengan dipelihara di kolam yang subur, dengan pakan tambahan berupa daun keladi, maka kualitas dagingnya akan makin padat. Kualitas daging ikan ini akan berpengaruh pada harga jual produk akhirnya berupa ikan konsumsi.
Pada pemeliharaan udang galah misalnya, tingkat kesuburan kolam akan sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan dan konversi pakan. Namun khusus dalam pemeliharaan udang galah, terutama dengan tingkat penebaran tinggi, penggunaan tali, misalnya tali rafia yang direntangkan di seluruh kolam, akan meningkatkan produksi. Sebab kebiasaan udang agak berbeda dengan ikan. Udang tidak biasa berenang melainkan merayap. Di alam, udang akan merayap pada tumbuhan air, akar tanaman dll. Tanpa adanya tanaman air, udang hanya akan merayap pada dasar kolam. Aktivitas udang dengan populasi padat di dasar kolam itu, akan mengakibatkan tingginya tingkat kanibalisme. Dengan adanya tali-tali yang terentang di kolam, maka tingkat kanibalisme bisa diturunkan. Dengan kolam yang kesuburannya optimal, maka hewan renik dan algae akan ikut mempercepat pertumbuhan udang. Selain pakan buatannya bisa dihemat, kualitas daging udangnya juga akan lebih baik.

PAKAN UNTUK IKAN GURAME


Jenis Pakan Untuk Ikan Gurami

azollapakangurami
Gurami termasuk ikan air tawar yang bisa memakan apa saja, mulai dari plankton, serangga, hingga tumbuhan berdaun lunak. Yang penting adalah pakan gurami tersebut harus mengandung nutrisi utama yang dibutuhkan gurami yakni protein. Sisanya bisa berupa lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Adapun jumlah nutrisi yang dibutuhkan gurami tersebut bisa berbeda-beda tergantung ukuran dan usia gurami yang dipelihara. Pakan Larva Gurami Hingga Mencapai Ukuran Kuku
Larva gurami yang baru menetas hingga berumur sekitar 10 hari tidak perlu diberi makan karena pakan sudah tersedia dari cadangan kuning telur di tubuhnya. Setelah 10 hari biasanya cadangan kuning telur tersebut akan mulai habis dan larva gurami bisa mulai diberi pakan berupa fitoplankton (rotifera, infusoria, chiorella) dan zooplankton (daphnia, cladochera, artemia).
Alternatif lain adalah pakan dari adonan kuning telur, tepung kedelai dan tepung sagu yang direbus dengan tambahan sedikit air. Pakan alami berupa cacing sutera bisa diberikan pada larva gurami. Pemberian pakan ini dilakukan hingga gurami berumur sekitar 40 hari. Pada usia tersebut, larva gurami seharusnya telah mencapai ukuran kuku atau sekitar 1-2 cm.
Pakan Gurami Ukuran Kuku Hingga Mencapai Ukuran Silet
Benih gurami berukuran kuku diberi pakan berupa cacing sutera. Pakan buatan berupa pelet tepung dengan kandungan protein sekitar 38-40 % juga sudah bisa diberikan pada benih gurami ukuran kuku. Pakan tersebut bisa diberikan hingga gurami mencapai jempol atau hingga gurami mencapai usia sekitar 60 hari sejak menetas.
Selanjutnya hingga mencapai ukuran silet atau hingga benih gurami berusia sekitar 100 hari, pakan yang diberikan adalah pelet butiran ukuran 1 mm dengan kandungan protein sekitar 32-40%.
Pakan Gurami Ukuran Silet Hingga Mencapai Ukuran Bungkus Rokok
Benih gurami ukuran silet bisa diberi pakan berupa pelet ukuran 1-2 mm dengan kandungan protein sekitar 32-40%. Pakan tambahan berupa daun bertekstur lunak seperti daun talas muda, daun keladi muda, daun pepaya muda dan daun ketela muda atau tanaman air seperi Azolla juga sudah mulai bisa diberikan.
Pada usia 190 hari atau sekitar 6 bulan sejak menetas, benih gurami akan mencapai ukuran bungkus rokok atau ukuran sekitar 3-4 jari.
Pakan Gurami Ukuran Bungkus Rokok Hingga Mencapai Ukuran Konsumsi
Gurami ukuran bungkus rokok hingga mencapai ukuran konsumsi atau minimal berbobot 500 gram/ekor dapat diberi pakan berupa pelet ukuran 2 mm dengan kadar protein 27%. Pakan alami seperti azolla, daun talas, daun singkong, daun pepaya dan sejenisnya juga bisa diberikan setiap hari.
Pakan Induk Gurami
Induk gurami memerlukan perhatian khusus untuk masalah pakan. Pemberian pakan dengan jenis dan jumlah yang tidak tepat dapat menyebabkan induk gurami menghasilkan telur yang sedikit dan daya tetasnya rendah.
Para pembudidaya biasanya memberikan induk gurami porsi pakan alami yang lebih banyak ketimbang pakan buatan. Pengurangan porsi pakan buatan ini bertujuan agar induk gurami tidak terlalu banyak menumpuk lemak.
Pakan utama induk gurami adalah daun-daunan. Daun talas misalnya, bisa diberikan pada induk gurami setiap harinya sebagai pakan utama. Setiap 1-2 minggu sekali selingi pakan induk gurami dengan kecambah atau rebusan jagung pipil rebus.
Selain itu ada juga pembudidaya yang memberikan selingan pakan berupa daging sapi, usus ayam atau bekicot yang dicacah halus. Contoh aplikasinya adalah daging sapi diberikan setiap 2 minggu sekali sedangkan usus ayam setiap 1 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi telur gurami dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi

CARA PEMBERIAN PAKAN IKAN GURAME

Teknik Pemberian Pakan Ikan Gurame

Gurame merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan agak lambat namun harganya relatif meningkat setiap saat. Gurami (Osphronemus goramy) adalah sejenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Gurame termasuk ikan budidaya yang butuh perhatian lebih dalam pembudidayaannya dibandingkan dengan ikan kondumsi lainnya.
Keberhasilan pembudidayaan ikan gurame dimulai dari teknik pemberian pakannya. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pembudidaya agar pembudidayaan ikan guramenya dapt berhasil dan menghasilkan.
Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk–induk gurami yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun (www.ristek.go.id). Gurami terkenal sebagai ikan yang gerakannya lambat sehingga sering kalah bersaing dengan jenis ikan lain dalam memperebutkan makanan hewani. Jadi tak mengherankan jika pertumbuhannya tidak secepat ikan omnivora lainnya.
Untuk merangsang pertumbuhan gurami perlu diberikan pakan hewani dan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak dan masih muda. Jika ditambah enzim komplek, komposisi pemberian pakan  hewani dan nabati yang baik adalah 2%/kg. Berdasarkan pengalaman beberapa petani, pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas–talasan menunjukkan pertumbuhan yang paling baik. Pemberian pakan nabati dimulai saat benih seukuran korek atau kira-kira berumur 3,5 bulan (Agus, 2001).
Pakan diberikan berupa pelet dengan kandungan protein yang disesuaikan dengan ukuran ikan jika: a). Ukuran ikan 3–5 cm kadar proteinnya 38%, b). Ukuran ikan 5–15 cm kadar proteinnya 32% dan c). Ukuran ikan > 15 cm kadar proteinnya 28% (Badan Standardisasi Nasional, 2009). Ransum harian pakan buatan dilakukan secara berkala dengan dosis 1–3% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi pemberian 1–2 kali per hari yaitu pagi dan sore. Sedangkan pakan hijauan diberikan dengan dosis 1–2% dari bobot biomass perhari dengan frekuensi satu kali per hari.
Dengan patokan dosis tersebut, maka bobot pakan per hari dapat berubah seiring dengan penambahan bobot ikan dalam kolam. Penambahan bobot tersebut sering disebut dengan pertumbuhan. Besarnya pertumbuhan dapat diketahui melalui teknis sampling (mengambil beberapa ekor ikan dan menimbang bobotnya). Bobot total ikan dalam kolam adalah perkalian antara bobot rata-rata ikan yang disampling dengan jumlah ikan yang dipelihara. Penyesuaian jumlah pakan disesuaikan dengan hasil sampling bobot total ikan yang dilakukan sekali dalam dua pekan.

CARA MEMBUAT PAKAN IKAN GURAME


 Membuat Pakan Ikan Gurami

Kita perlu memahami bahwa pakan buatan sendiri hanya bersifat pelengkap atau tambahan guna memenuhi kebutuhan energi ikan yang dipelihara. Pakan tambahan atau yang bersifat pelengkap peran utamanya adalah sebagai penyedia energi. Pakan ini bersifat melengkapi pakan komersial buatan pabrik atau pelengkap bagi pakan alami yang tersedia dalam kolam.
Membuat pakan untuk ikan gurami relatif lebih mudah karena ikan ini dikenal sebagai hewan herbivora, yaitu hewan yang suka makan tumbuhan.  Oleh karena itu bahan-bahan untuk membuat pakan gurami dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di lingkungan kita. Kita dapat menggunakan daun singkong, kedelai,atau daun lainnya yang disukai oleh gurami. Untuk mengujinya maka daun tersebut bisa kita berikan langsung kepada ikan gurami, jika respon yang diberikan positif (ikan mau memakannya) berarti daun tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pakan.
Tanaman dari kelompok Leguminosa sudah sering digunakan sebagai bahan makanan ternak, baik daun maupun biji-bijiannya. Bahan-bahan ini mengandung protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20 – 30 %.  Kita perlu mengolah terlebih dulu bahan baku tersebut agar dapat menghilangkan atau mengurangi dampak negatif dari senyawa anti nutrisi yang terdapat di dalamnya.
Cara yang biasa digunakan adalah dengan merendam daun / biji-bijian dalam air dicampur kapur selama 24 jam, atau dengan merebusnya di dalam air  selama 1 jam.  Proses ini akan melarutkan sebagian senyawa anti nutrisi tetapi juga akan menghilangkan sebagian dari vitamin yang terkandung di dalamnya.
Setelah itu bahan-bahan tersebut digiling hingga halus.  Untuk menggiling biji-bijian dapat menggunakan gilingan kopi, sedangkan untuk daun-daunan harus dicincang terlebih dulu sebelum digiling.  Meskipun mempunyai nilai gizi tinggi, tetapi karena mengandung berbagai senyawa anti nutrisi maka penggunaanbahan baku ini untuk pakan ikan terbatas maksimum 10 kg/100 kg pelet.
Sumber protein hewani yang biasanya mudah didapat adalah bekicot dan keong (Mollusca).  Mollusca mengandung protein tinggi, bisa mencapai 60 % (menyamai tepung ikan), selain itu  juga mengandung lemak dan asam-asam lemak yang dibutuhkan sebagai sumber energi bagi ikan.  Kandungan lemak keong dan sejenisnya biasanya sekitar 6 %.
Untuk memanfaatkan hewan ini terlebih dulu harus dikeluarkan dari rumahnya (cangkang), cara sederhana adalah dengan memecah “rumahnya” dan mengambil dagingnya, atau dapat dilakukan dengan merebus dalam air selama 15-20 menit.  Setelah itu keong atau bekicot dipotong-potong lalu dimasukkan dalam gilingan daging.  Prosentase yang digunakan sekitar 5-10 kg/100 kg pelet yang dibuat.
Untuk merekatkan campuran bahan baku yang digunakan menjadi bentuk pelet kita memerlukan bahan yang mengandung kanji, seperti tapioka, tepung jagung, tepung beras, atau tepung terigu.  Bahan yang paling murah sudah tentu tapioka atau limbah industri tapioka.  Bahan-bahan ini sudah berbentuk tepung sehingga mudah menggunakannya.  Agar dapat berfungsi sebagai perekat maka bahan yang mengandung kanji perlu dicampur dengan air panas.  Jumlah yang diperlukan bisa mencapai 25-30 kg/100 kg pelet.
Pada musim panen padi biasanya harga dedak di penggilingan padi menurun.  Dedak juga dapat digunakan sebagai sumber energi bagi ikan gurami.  Jumlah yang digunakan antara 15-25 kg/100 kg pelet.