Cara budidaya ikan gurame / gurami dalam kolam terpal
Cara budidaya ikan gurame / gurami dalam kolam terpal untuk ikan gurame dapat dibuat dengan dua model jenis :
1. Menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut.
2. Memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah),
dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai
bak. Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air,
cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam.
Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan
mudah. Pada budi daya ikan gurame kolam terpal ini kotoran ikan gurame
perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap
terjaga.
Kolam terpal gurame
Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi
kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan
perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari
penyakit dan zat-zat berbahaya. Terpal mengandung unsur kimia untuk
pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk
membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3.
Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung
bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina
terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.
Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan guramih diberi makan 2
kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai
dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang
banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi
sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih
bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran
sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.
Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian
makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera
dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat
amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain
memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu
diperhatikan adalah kualitas air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar